Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Juni 2013

NYANYIAN SANDIWARA

Nyanyian Sandiwara

Sejak lama kau lantunkan irama sunyi
Menerjang menepis senda gurauku
Menembus dinding sejuta Ramadhanku
Merobek sunyi hening malamku
Dan malam ini juga engkau hadir

Sudah sejak lama kau berhenti melantun
Bahkan saat ini kau tidak lagi punya hati
Tak pernah kau sesali yang terjadi padaku
Tak pernah kau tersentuh oleh iba dan kasihan
Kau tak seperti dulu

Aku adalah batu karang yang tegar
Selalu berbuat yang terbaik hingga tak pernah menyesal
Selalu berpikir dengan logika hingga tak pernah iba
Bagiku membantu orang sekuat tenaga lebih baik dari sekadar kasihan
Bukan sekadar nyayian sandiwara

Sayangku, hari ini aku harus melihatmu dalam sakit yang sangat
Akan ku usahakan segala macam obat untukmu
Akan ku jaga kamu sepanjang siang dan malam
Tapi jangan kau pinta aku untuk bersedih
Bukan sekadar nyayian sandiwara


Aku selalu bersyukur atas semua yang diberikan oleh Tuhan ku
Aku juga sangat senang ketika kamu sakit sekali
Aku berharap itu adalah pembersih dari dosa-dosamu
Dan aku berharap setelah bersih, kamu segera kembali kepada-Nya
Bukan sekadar nyayian sandiwara

Jangan katakan aku ini kejam
Aku ini terlalu bersyukur atas apa pun
Rasa bahagia hatiku ini tak terhingga besarnya
Semenjak aku Ridho Dia sebagai Tuhanku
Bukan sekadar nyayian sandiwara

Awe ..... Kasi'na

Awe ... Kasi'na
Tubuh-tubuh kaku terbujur sunyi
Ruh-ruh suci mengumbar lara
Terpancang tonggak bisu tak bernama
Kini mulai rebah tak terlirik

Awe ... Kasi'na
Tanah Bangkala'e tanpa bertabur bunga
Tapi rela hati pahlawan terbaring di pusara
Ketika kejam peperangan merobek damai sepi
Kau pikul kalewang tanpa dipinta
Melawan penindasan dan penjajahan si mata pute
Demi bumi anak cucumu

Awe ... Kasi'na
Ketika tangan tangan masih mampu menepis rontak
Jantung berdetak hati berderak
Kau pekikkan satu tekad:
"Tellabu Essoe ri Tengnga Bitarae"
Kau biarkan di sekujur tubuhmu
Luka nganga bertaut sendiri
Darahmu mengalir, Sunge'mu luluh lantak
kau korbankan milikmu,hidupmu apa lagi

Awe ... Kasi'na
Biarkan aku menangis
Embun kelopak mata gugur satu-satu
Jatuh ke bumi
Aku terlambat mengalungkan bunga di lehermu
Namun izinkan kusematkan bintang jasa di pusaramu
Kau berlalu tanpa meminta balas jasa.

Awe ... Kasi'na
Ijinkan aku seka darah di luka tubuhmu
Aku ingin hapus debu di telanjang kakimu
Tanda rasa hormat dan terima kasihku

Awe ... Kasi'na
Di atas pusaramu
Kutaburkan wangi bunga-bunga tenrita
Dan kuteteskan haru air mata
Maafkan cucumu
Sebagian besar diserang penyakit LUPA

Tidur,,, Berhentilah Bermimpi

Dahulu engkau mengajak merdu
Dahulu engakau mengajak aku
Dahulu engkau mencintaiku
Dahulu engkau menyayangiku
Dahulu engkau mendekap aku
                Engkau mengajak merdu dahulu
                Engkau mengajak aku dahulu
                Engkau mencintaiku dahulu
                Engkau menyayangiku dahulu
                Engkau mendekapku dahulu
Dahulu engkau kuberi masa
Dahulu engkau kuberi tahun
Dahulu engkau kuberi bulan
Dahulu engkau kuberi minggu
Dahulu engkau kuberi hari
                Karena sumpah manismu
                Karena janji manismu
                Karena gula manismu
                Karena tawa manismu
                Karena tangis manismu
Kini manismu termakan sumpahmu
Kini manismu termakan janjimu
Kini manismu termakan gulamu
Kini manismu termakan tawamu
Kini manismu termakan tangismu
                Dengkurmu mengusik nyamuk bercinta
                Dengkurmu mengusik tikus di lumbung padi
                Dengkurmu mengusik kucing makan tulang
                Dengkurmu mengusik kecoak dalam sarung
                Dengkurmu mengusik babi makan singkong
Kini nyamuk mengusik dengkurmu
Kini tikus mengusik dengkurmu
Kini kucing mengusik dengkurmu
Kini kecoak mengusik dengkurmu
Kini babi mengusik dengkurmu
                Karena engkau lupa dirimu sendiri
                Karena engkau lupa cintamu sendiri
                Karena engkau lupa kasihmu sendiri
                Karena engkau lupa namamu sendiri
                Karena engkau tidur  sejak 1330
Tidur, bukalah dengkurmu
Tidur, bukalah matamu
Tidur, bukalah hatimu
Tidur, bukalah jendelamu
Tidur, bukalah tidurmu
Karena mimpimu lama amat

Stay Connected

Translate Lenguage